Polisi Segera Periksa Aden Wong dan Tisya Erni untuk Cari Unsur Pidana

Ade Ary memastikan, pihak kepolisian akan menghimpun bukti-bukti untuk mendapatkan unsur pidana di di dalam laporan perihal dugaan perzinahan dan menghambat bantuan ASI ekslusif oleh Tisya Erni dan Aden Wong.

Polisi akan memeriksa penyanyi dangdut Tisya Erni dan Aden Wong atas dugaan perzinahan dan menghambat bantuan ASI ekslusif.

Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi setelah penyidik mengklarifikasi pelapor yang merupakan warga negara (WN) Korea Selatan bernama Amy BMJ.

“Melakukan klarifikasi terhadap terlapor merupakan agenda terdekat yang akan dijalankan oleh penyelidik,” kata Ade Ary, Rabu (20/3/2024).

Ade Ary memastikan, pihak gates of olympus kepolisian akan menghimpun bukti-bukti untuk mendapatkan unsur pidana di di dalam laporan tersebut. Karena itu, kontrol saksi akan tetap berjalan. Di samping itu, penyelidik terhitung akan jalankan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Akan jalankan klarifikasi saksi-saksi lain dan cek TKP,” ucap dia.

Lebih lanjut, Ade menyampaikan, Polda Metro Jaya terima dua laporan berasal dari WN Korea Selatan atas nama Amy BMJ yakni yang pertama terhadap 22 Januari 2024.

Dalam laporannya, Amy BMJ melaporkan suaminya, Aden Wong atas dugaan kekerasan psikis di dalam keluarga.

Sedangkan, laporan ke dua diterima terhadap 6 Maret 2024. Dia melaporkan penyanyi Dangdut Tisya Erni dan Aden Wong atas dugaan perzinahan dan menghambat bantuan ASI ekslusif.

“Jadi ini dua-duanya berjalan,” ucap Ade Ary.

Amy BMJ Warga Korea Selatan: Terima Kasih Netizen Indonesia

Warga Negara Korea Selatan bernama Amy BMJ rampung menekuni kontrol sebagai saksi di Polda Metro Jaya terhadap hari ini, Selasa (19/3/2024).

Amy BMJ dimintai keterangan atas laporannya perihal dugaan perzinaan yang menyeret suaminya bersama penyanyi dangdut Tisya Erni.

Penasihat hukum Amy, Rezza Adityananda Pramono, menyatakan kliennya dicecar pertanyaan seputar tindak pidana yang dilaporkan. Rezza menyebut setidaknya tersedia 16 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Kurang lebih 16 pertanyaan berasal dari penyidik. Nah, untuk poin-poin nanti bisa langsung ditanyain ke penyidik aja sih. Kita fokuskan laporan perzinaan dan berkaitan larangan ibu Amy memberikan ASI,” kata Rezza kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Sementara itu, warga Korea Selatan itu mengaku terharu mendapat bantuan yang luar biasa berasal dari penduduk Indonesia. Dia mengungkapkan rasa terima kasih tertentu kepada netizen Indonesia yang menopang mengangkat masalah ini.

“Terima kasih atas semua bantuan anda. Terima kasih. Saya sangat mengidamkan mengucapkan terima kasih kepada semua netizen Indonesia. Saya akan senantiasa kuat, saya akan melalui ini semua sampai saya meraih anak-anak saya. Terima kasih banyak,” ucap Amy.

Amy menyimpan harapan besar kepada aparat penegak hukum untuk mendapatkan anak-anaknya. Dia menyakini kepolisian Indonesia akan bekerja secara profesional.

“Saya merasa institusi ini saat ini mengusahakan menopang saya. Jadi hari ini saya merasa dapat dukungan oleh kepolisian. Saya masih miliki harapan,” kata Amy.

Amy Rindu Anak-anak
Dalam kesempatan itu, Amy terhitung mengungkapkan kerinduan kepada anak-anaknya gara-gara sejak 21 Januari 2024 selanjutnya udah tidak bisa kembali bertemu.

Amy BMJ mengaku dulu coba menghubungi suaminya untuk meminta penjelasan. Namun sayangnya pesan yang dikirim tak dulu digubris. Amy curiga nomor ponsel udah diblok oleh sang suami atau suaminya mengganti nomor ponsel.

“Saya kirim pesan ke dia ‘di mana kamu’, tapi dia barangkali memblokir saya, atau barangkali dia mengganti nomor, saya enggak tahu,” ucap Amy.