Ga Banyak Orang Tahu, Ini Dampak dan Manfaat Fashion week

Rata-rata orang menganggap fashion week sebagai salah satu aktivitas fashion show yang cuma menunjukkan karya-karya terbaik para desainer ternama. Melainkan tak segala orang mengerti apa imbas dan manfaatnya dari ajang bergengsi yang hampir digelar di segala kota fashion dunia itu.

Banyak yang mengira fashion week hanyalah sebuah ajang pameran busana, melainkan fashion week lebih dari itu. Ini adalah sebuah pertunjukan bisnis fashion, model memperagakan, jurnalis segala dunia hadir meliput, dan pembeli banyak berdatangan.

Dikutip dari BBC, Pekan 9 Oktober 2016, dalam ajang London Fashion Week sebagian waktu lalu saja, industri fashion setidaknya memberikan kontribusi sebesar 28 miliar Poundsterling untuk perekonomian Inggris, dan angka hal yang demikian disinyalir akan terus bertambah.

Dan LFW itu sendiri sudah memberikan lapangan profesi bagi 880 ribu orang. Bukan itu saja, jumlah spaceman slot merek fashion yang ikut pun meningkat tajam.

\\”20 tahun yang lalu, ada sekitar 300 hingga 400 merek di Eropa. Kini, ada lebih dari 1 juta merek. Jadi LFW memberi kami peluang untuk maju,\\” kata Peter Ruis, chief executive di Jigsaw yang baru pertama kali tampil di LFW.

Di masa lalu, seorang desainer akan menunjukkan koleksi baru pada musim gugur untuk dikenakan pada musim semi berikutinya. Dan fashion show pada bulan Februari lebih diperuntukan pada musim dingin akan datang.

Kecuali hal yang demikian menolong para editor majalah yang terbit bulanan untuk memposting foto-foto fashion week. Tren itu, produsen pun punya waktu lebih banyak untuk memproduksi busana sebelum timbul di warung pakaian.

Terkini Imbasnya|} dan Melainkan

Di London Fashion Week sebagian waktu lalu, merek mewah Burberry menjadi pencetus konsep \\’lihat kini, beli kini\\’ atau \\’runway langsung ke ritel\\’. Dalam konsep hal yang demikian perancang busana akan menunjukkan hasil rancangannya di fashion week dan pembeli dapat langsung memilikinya ketika itu juga.

Menurut tak segala suka konsep hal yang demikian. Itu Patrick Grant, direktur kreatif di Savile Row tailor Norton & Sons, fashion wajib adalah dunia yang mengutamakan kelangkaan, kemewahan, dan kesempurnaan.

\\”Secara pribadi, aku merasa ada sesuatu yang indah dalam hal ini. Dan kini ada banyak sampah fashion di mana-mana. Memang demokratis, melainkan masalahnya adalah produk mereka kehilangan kemewahannya,\\” katanya.

Dan istilah \\’fast fashion\\’ yang dipicu merek seperti Zara dan H&M sudah mengubah pola pikir pembeli soal popularitas baru. Kecuali desainer dengan nama besar merilis di fashion week, pembeli cuma perlu sebagian pekan untuk mendapatkan busana yang jadi incarannya.

Tren itu, Melainkan juga benar-benar berakibat pada dunia fashion. Jurnalisme mode juga mengalami revolusi berkat blogger mode independen atau biasa disebut influencer. Mereka memainkan peran yang kian besar dalam memberi nasehat konsumen tentang apa yang lagi popularitas dan yang tak.

Melainkan masih tak ada yang berubah dari fashion week, adalah desainer masih suka menghamburkan uang untuk mendesain pakaian aneh. Bukan untuk dipasarkan, melaikan untuk membangun identitas merek dan membuat para penonton terkesan.

Tidak cuma itu, polemik mengenai wujud tubuh model dan etnis mereka menjadi informasi yang tak pernah ada habisnya dalam fashion week. Dan belum menemukan titik terang memecahkan masalah hal yang demikian.