DPP Partai PDI Akan Pastika Kader Pertahanan Wajib Dapat Surat Dari Pilkada

Dewan Pimpinan Sentra (DPP) PDI Perjuangan bakal memberikan surat tugas kepada segala kader incumbent untuk beradu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lampung pada November 2024. Tapi, untuk posisi Walikota Bandar Lampung pemberian surat tugas masih dipertimbangkan.

Hal itu diperkenalkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI Perjuangan, Utut Adianto Wahyuwidayat dikala diwawancara jeda rapat kerja daerah (Rakerda) pemenangan Pilkada di Hotel Santika, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (7/6/2024).

Utut mengatakan, sampai slot minimal depo 5k dikala ini DPP PDI Perjuangan baru memberikan surat tugas kepada Parosil Mabsus yang merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Barat.

“Bila Lampung ini yang telah memperoleh surat tugas ada di Lampung Barat merupakan Parosil Mabsus. Pertimbangannya karena Parosil menaikkan kursi PDI Perjuangan Lampung dari 20 persen menjadi 40 persen di Pileg 2024 kemarin,” kata Utut kepada wartawan, Jumat (7/6/2024).

Sementara itu, kata Utut, bagi bakal calon kepala daerah yang lain akan mendapatkan surat tugas juga, terpenting kader incumbent PDI Perjuangan.

“Yang lain juga kita akan dorong dengan surat tugas, seperti Kabupaten Tulang Bawang ada Winarti, Lampung Selatan itu ada Nanang Ermanto dan di Tanggamus ada Dewi Handayani. Selain untuk yang masih menjadi pro kontra khusus Kota Bandar Lampung. Ini masih kita pertimbangkan,” jelas ia.

Ia menyajikan, DPP akan adil dan arif dalam memberikan surat tugas hal yang demikian kepada bakal calon kepala daerah.

“Kita akan seadil-adilnya dan sebijak-bijaknya. Tapi bagi yang bukan incumbent juga kita dorong, itu sebabnya kita membangun persepsi dan tahapan yang sama disetujui oleh ketua DPD PDI Lampung yang akan memimpin pergerakan. Kemenangannya gotong royong,” jelas ia.

Soal bakal calon Gubernur, Utut menerangkan, DPD PDI Perjuangan akan memberikan tiga nama ke DPP. Tidak dapat menyerahkan satu nama saja, selain itu merupakan incumbent.

“Akan disurvei terpenting dahulu, kemudian tiga nama calon Gubernur dikirim. Setelah itu akan ditanyakan kepada tiap calon untuk kesiapan dananya, baru DPP akan memutuskan yang mana. Berhubungan nama yang diusulkan oleh DPD sebagai calon Gubernur, nanti DPP akan menimbang, mana yang paling memungkinkan menang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kemenangan Pilkada 2024 amat fundamental karena menjadi pijakan untuk menang di Pilpres 2029.

“Bagaimanapun yang dipimpin oleh kepala ataupun wakil kepala daerah memberi sumbangsih yang amat memungkinkan di Pilpres dan Pileg 2029,” pungkasnya.